latar belakang
Mengapa 5 Citra?
Dirumuskan sebagai penyempurnaan pedoman perilaku tahun 1980, 5 Citra hadir
untuk memperkuat jiwa korsa, disiplin, dan semangat pengabdian insan perhubungan
secara utuh — selaras dengan Tuhan, masyarakat, lingkungan, dan diri sendiri.
Setiap CPNS Kemenhub diminta memahami dan mengamalkan kelima nilai ini sejak
hari pertama bergabung.
Taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
Seluruh insan perhubungan menjalankan tugas dengan landasan keimanan dan ketakwaan, menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi integritas dan pengabdian.
Wujud nyata
- Jujur dalam pelaporan meskipun tidak ada yang mengawasi
- Menolak gratifikasi atas dasar keyakinan, bukan hanya aturan
- Menjaga amanah jabatan sebagai bentuk ibadah
Tanggap terhadap kebutuhan masyarakat
Peka dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat akan pelayanan transportasi yang teratur, tertib, nyaman, cepat, tepat, dan terjangkau.
Wujud nyata
- Menyelesaikan layanan tepat waktu sesuai standar
- Proaktif mengidentifikasi kebutuhan pengguna jasa sebelum diminta
- Merespons keluhan dan masukan dengan cepat dan tuntas
Terampil dan profesional dalam bekerja
Memiliki kompetensi teknis yang memadai, terus belajar dan mengembangkan keahlian agar mampu memberikan hasil kerja berkualitas tinggi.
Wujud nyata
- Menguasai regulasi dan prosedur teknis yang relevan dengan jabatan
- Meningkatkan keahlian melalui diklat, sertifikasi, dan belajar mandiri
- Menggunakan teknologi dan sistem kerja secara efektif
Tangguh menghadapi tantangan
Tidak mudah menyerah saat menghadapi kesulitan, tekanan, atau hambatan. Tetap fokus pada tujuan dengan mental yang kuat dan pantang mundur.
Wujud nyata
- Tetap bekerja profesional di situasi darurat atau krisis transportasi
- Tidak terpengaruh tekanan eksternal dalam pengambilan keputusan
- Bangkit dan belajar dari kegagalan tanpa menyalahkan pihak lain
Tangkas, gesit, dan dinamis
Bergerak cepat, adaptif terhadap perubahan, dan mampu mengambil keputusan dengan tepat dalam situasi yang terus berkembang.
Wujud nyata
- Beradaptasi cepat terhadap kebijakan, teknologi, atau prosedur baru
- Mengambil inisiatif tanpa menunggu instruksi untuk hal-hal yang jelas
- Efisien dalam waktu kerja, tidak menunda-nunda penyelesaian tugas